Hasil Audit APBD Gresik 2016, Tiga Proyek Infrastruktur Bermasalah

0
474

JawaPos.com – Selain temuan kuitansi fiktif dalam sejumlah pengadaan barang dan jasa, audit BPK atas laporan keuangan APBD Gresik 2016 menemukan realisasi proyek infrastruktur yang bermasalah. Tercatat, ada tiga proyek yang kena ’’semprit’’ oleh lembaga pengawas keuangan itu. Mayoritas persoalannya adalah hasil proyek yang tidak sesuai dengan kontrak.

Dari temuan itu, ada potensi kerugian keuangan daerah hingga Rp 82,4 juta. Proyek bermasalah pertama adalah pembangunan taman bundaran GKB. Berdasar kontrak yang digarap pada Juli 2016 tersebut, proyek bernilai Rp 718,13 juta. Namun, dari hasil uji petik auditor BPK, ada sejumlah item pekerjaan yang nilainya tak sesuai dengan fisik yang dikerjakan. Jika ditotal, terdapat selisih Rp 39,8 juta.

Selisih terbesar terjadi pada pemasangan beton sloof. Mengacu pada kontrak, item itu bernilai Rp 51 juta. Namun, saat dicek, ternyata beton yang terpasang tersebut hanya bernilai Rp 32 juta (ada selisih Rp 18 juta).

Hal yang sama ditemukan pada pemasangan beton di area panggung (small stage). Total ada selisih Rp 5,7 juta dari kontrak awal. Kekurangan volume pekerjaan juga terjadi pada pembuatan taman plaza di area pintu masuk…

Подробнее…

Актуальные книги на английском