JawaPos.com – Mohammed Ben Sulayem, mantan pereli asal Dubai, mencatat sejarah sebagai orang non-Eropa pertama yang menjadi presiden FIA menggantikan Jean Todt.
Todt sendiri sudah menjabat selama 12 tahun. Satu kandidat lainnya Graham Stoker (Inggris) merupakan tangan kanan Todt, kalah suara dalam pemilihan yang berlangsung kemarin.
Sulayem meraih 61,62 persen suara, sedangkan Stoker 36,62 persen. Suara terbesar Sulayem didapat dari pemilik suara dari negara-negara arab.
Juara reli Timur Tengah 14 kali tersebut didukung oleh pemilik suara dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, dan Qatar yang saat ini, semuanya menjadi tuan rumah balapan Formula 1 dan menjadi bagian sangat penting bagi motorsport.
Sulayem gencar melakukam kampanye dalam beberapa bulan terakhir dengan visi memperbaiki internal organisasi federasi olahraga mobil seluruh dunia tersebut.
Sulayem, 60, berjanji untuk memodernisasi FIA dan membuatnya lebih transparan.
Dalam manifestonya, Sulayem menyatakan bakal melakukan audit independen pada organisasi tersebut sekaligus mengevaluasi laporan keuangan. Dia juga menjanjikan transparansi keuangan.
”Kita tidak akan pernah mengatakan bahwa organisasi ini sudah cukup…
